LAYOUT MOTHERBOARD dan SETUP BIOS

A. Mengenal Layout Motherboard

Sebelum merakit komputer, Anda harus mengenali layout motherboard terlebih dahulu. Motherboard inilah yang menjadi media atau tempat berbagai perangkat CPU. Kenalilah layout motherboard berkelas Pentium, sebagai salah satu jenis motherboard yang banyak digunakan konsumen di Indonesia saat ini. Berikut penjelasannya :


1. Slot Memori

Slot Memori digunakan untuk meletakkan memori. Pada mumnya, motherboard memiliki dua tipe slot memori, yaitu SIMM dan DIMM. Tipe slot SIMM terdiri dari 30 atau 72 pin, mendukung jenis FPM (Fast Page Mode) dan EDO (Extended Data Out). Sedangkan tipe slot DIMM terdiri dari 168 pin, mendukung SDRAM (Synchronous Dynamic RAM).

2. Chip Bios

Chip Bios adalah chip yang mengandung program BIOS. Biasanya di permukaan chip dipasang stiker yang menyatakan merek BIOS, seperti AMI BIOS atau Award BIOS, Phoenix BIOS.

3. Chipset

Chipset adalah komponen yang berfungsi mengatur aliran data antar komponen yang terpasang pada motherboard. Ada beberapa chipset pada motherboard. Chipset yang sering digunakan adalah “VIA”, “TXPro”, “Intel”, “VXPro,”, “SIS”, dan sebagainya. Untuk mengenali merek tersebut, bacalah tulisan yang dicantumkan di permukaan chip.

4. Socket

Socket adalah tempat memasang atau meletakkan prosesor pada motherboard. Setiap kelas prosesor membutuhkan jenis socket yang berbeda. Prosesor kelas Pentium menggunakan socket 7/8, prosesor kelas Pentium II menggunakan slot 1, prosesor kelas Pentium III menggunakan socket 370, dan prosesor kelas Pentium 4 menggunakan socket 423 atau 478.

5. Konektor IDE

Konektor IDE berfungsi menghubungkan motherboard dengan harddisk atau CD-ROM. Pada umumnya, motherboard memiliki dua jenis konektor IDE, yaitu : Primary IDE, dan Secondary IDE.

6. Konektor Pararel

Konektor Parallel adalah konektor yang dapat digunakan bersama oleh perangkat komputer. Seperti contoh konektor parallel dapat digunakan untuk printer, dan dapat pula digunakan untuk modem. Pada umumnya, motherboard memiliki satu konektor parallel, terdiri dari 26 pin.

7. Konektor FDD

Konektor FDD berfungsi menghubungkan motherboard dengan perangkat FDD (Floppy Disk Drive). Konektor ini mirip dengan konektor IDE, hanya konektor FDD terdiri dari 34 pin.

8. Konektor Power

Konektor power adalah bagian yang menghubungkan motherboard dengan power supply komputer. Ada jenis motherboard hanya memiliki satu konektor power, terdiri dari 12 pin (kaki) disebut konektor power AT. Konektor ini digunakan untuk power supply jenis AT, memiliki jumlah konektor yang sama yaitu 12 pin. Ada pula jenis motherboard lain yang memiliki dua konektor power, yaitu konektor power AT, terdiri dari 12 pin dan konektor power ATX, terdiri dari 20 pin. Konektor power ATX digunakan untuk power supply jenis ATX, memiliki jumlah konektor yang sama, yaitu 20 pin. Pada umumnya motherboard model baru hanya memiliki satu konektor power, yaitu konektor power ATX. Sebagaimana telah dijelaskan, konektor power ini digunakan untuk casing atau power supply jenis ATX.

9. Keyboard Port

Keyboard port berfungsi menghubungkan motherboard dengan keyboard. Setiap motherboard, biasanya memiliki satu di antara dua jenis keyboard port, yaitu Serial atau PS/2. Untuk menggunakan keyboard PS/2 pada port serial dibutuhkan konverter atau penghubung keyboard.

10. Konektor Serial

Konektor serial adalah konektor pada motherboard yang terdiri dari 10 pin. Pada umumnya, motherboard memiliki dua konektor serial, yaitu serial 1 (COM1) dan serial 2 (COM2). Konektor serial 1 (COM1) digunakan untuk mouse.

11. Slot PCI

Slot card PCI adalah slot pada moterboard yang digunakan untuk memasang card tambahan seperti VGA card, sound card berjenis PCI.

12. Slot EISA / ISA

Slot card EISA/ISA slot pada moterboard yang digunakan untuk memasang card tambahan seperti VGA card, sound card berjenis EISA/ISA. Beberapa tipe slot EISA/ISA pada motherboard diantaranya : ISA 8 bit, ISA 16 bit, EISA.

Selain slot card PCI dan EISA/ISA, terdapat satu jenis slot yaitu slot AGP, digunakan untuk card jenis AGP. Kinerja paling cepat ditunjukkan oleh slot AGP, selanjutnya slot PCI Jan slot EISA. Sedangkan slot ISA kinerjanya paling lambat.

13. Baterai

Baterai berfungsi menjalankan RTC (Real Time Clock), juga nenjaga isi CMOS, seperti password. Apabila Anda lupa iata kunci untuk password Anda, cabutlah baterai tersebut, iemudian pasanglah kembali. Password Anda akan hilang.

Pada motherboard baru terdapat layout tambahan yang perlu knda ketahui. Lihatlah gambar di bawah ini :

14. Port Mouse PS/2

Port mouse PS/2 adalah port yang digunakan untuk mouse jenis PS/2. Port mouse ini biasanya berdampingan dengan port keyboard. Anda dapat membedakan kedua port tersebut dengan memperhatikan warna dari masing-masing port. Port mouse PS/2 biasanya berwarna hijau, sedangkan port keyboard PS/2 berwarna ungu.

15. Port Keyboard PS/2

Port keyboard PS/2 adalah port yang digunakan untuk keyboard jenis PS/2.

16. Port USB 0 & 1

Port USB 0 & 1 adalah port yang menawarkan cara yang lebih baik untuk menghubungkan perangkat USB seperti mouse, keyboard, printer, scanner, kamera digital dengan komputer. Perangkat yang menggunakan port ini mampu berkomunikasi lebih cepat dan dapat langsung dipasang tanpa harus me-restart komputer.

17. COM 1&2

COM 1 & 2 sama dengan konektor serial seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada umumnya, motherboard memiliki dua konektor serial, yaitu serial 1 (COM1) dan serial 2 (COM2). Conektor serial 1 (COM1) digunakan untuk mouse.

18. Konektor Parallel

Konektor parallel yaitu konektor yang dapat digunakan bersama oleh perangkat komputer. Seperti contoh konektor parallel dapat digunakan untuk printer, dan dapat pula digunakan untuk modem. Pada umumnya, motherboard memiliki satu konektor parallel, terdiri dari 26 pin.

19. Speaker, Line In & Mic

Speaker, line in, dan mic adalah tiga buah port suara yang terintegrasi atau menyatu dengan motherboard.

20. Konektor Joystick

Konektor joystick adalah konektor untuk memasang perangkat joystick. Perangkat ini merupakan perangkat tambahan terutama digunakan untuk mendukung berbagai permainan (game) pada komputer.

B. SETUP BIOS

BIOS (Basic Input Output System), adalah program yang berfungsi mengatur dan mengkonfigurasi sistem komputer, yang disimpan di dalam sebuah chip, disebut Chip BIOS. Berikut akan diurainkan leibh rinci beberapa tugas BIOS pada motherboard yaitu :

1. Mendeteksi dan melakukan konfigurasi perangkat-perangkat media penyimpanan standar yang biasanya dimiliki sebuah PC.

2. Melakukan Power On Self Test (POST) untuk mendeteksi, apakah perangkat-perangkat vital sudah terinstal dengan benar pada sistem PC.

3. Mendeteksi dan menentukan letak sistem operasi yang terpasang pada PC.

4. Melakukan pengaturan waktu secara real time. Waktu yang diatur pada BIOS ini nantinya juga akan digunakan pada sistem operasi.

5. Melakukan konfigurasi memori utama maupun memori cache yang terdapat pada sistem.

6. Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port yang terpasang pada motherboard seperti PS/2, USB, port paralel, port serial dan lain-lian.

7. Melakukan seleksi dan pengaturan untuk fitur-fitur khusus yang ada pada motherboard seperti koreksi kesalahan memori, perlindungan antivurus, dan sebagainya.

8. Melakukan proteksi untuk keamanan PC.

Ada dua jenis chip BIOS yang banyak digunakan, yaitu Award BIOS dan AMI BIOS. Meskipun terdapat perbedaan menu setup pada keduanya, akan tetapi sebagian besar memiliki fungsi yang hampir sama. Anda dapat mempelajari salah satu dari kedunya, misalnya Award BIOS.

Masuk ke Award BIOS

Berikut penjelasan masuk ke Award BIOS:

1. Hidupkan komputer.

2. Tekanlah tombol Del berulang kali pada saat booting.

3. Muncul menu utama Award BIOS.

KETERANGAN

Menekan tombol Del berulang kali untuk masuk ke Setup BIOS tidak mutlak berlaku bagi setiap motherboard. Bahkan pada sebagian motherboard cara tersebut tidak berhasil masuk ke Setup BIOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat Anda lakukan selain menekan tombol Del, Lihatlah tabel berikut ini :

BIOS

_

TOMBOL

AMI BIOS

Del

AwardBIOS

Ctr1+A1t+E sc

Esc

Del

PhoenixBIOS

Ctrl+Alt+Esc

Ctr1+A1t+F 1

Ctrl+Alt+ S

Ctr1+Alt+Enter

Ctrl +Alt+ F 11

Ctr1+Alt+Ins

Menu Utama Award BIOS

1. Menu utama Award BIOS adalah sebagai berikut :

2. Standart CMOS Setup

Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur tanggal, jam, harddisk, floppy disk, dan sebagainya.

· Date :

Diisi dengan tanggal, bulan clan tahun. Seting-lah field ini sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun yang berlaku.Tekanlah tombol Page Up atau Page Down pada keyboard untuk setiap kali melakukan perubahan setting.

· Time

Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik). Seting-lah field ini sesuai waktu yang berlaku. Usahakan setting waktu dilakukan dengan benar.

· Harddisk

Berisi spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Di sini Anda juga dapat mengkonfigurasi Mode harddisk. Konfigurasilah harddisk menjadi LBA, Auto, atau yang lainnya sesuai spesifikasi harddisk yang digunakan.

· Drive A, Drive B

Berisi tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer. Settinglah floppy disk drive pada field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah “None” jika floppy disk drive tidak dipasang.

· Video

Berisi tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan biasanya “EGA/VGA. Pilihan lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO. Pilihlah salah satu type sesuai jenis kartu grafis yang digunakan.

· Halt On

Berisikan perintah yang dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors” sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem.

3. BIOS Features Setup

Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh BIOS, seperti : mencegah virus, menentukan awal booting, mempercepat booting, dan sebagainya.

Gambar BIOS Features Setup

· Virus Warning

Berfungsi mendeteksi dan mencegah penyebaran virus. Pada bagian ini pilihlah “disabled”.

· CPU Internal Cache

Berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan (enable/disable) CPU Internal Cache (cache-memory level 1) yang ada pada prosesor sebagai penampung data sementara akan diolah oleh prosesor. Pada bagian ini pilihlah “enabled”.

· External Cache

Berfungsi meningkatkan performa sistem. Pada bagian ini pilihan “enabled”. Dengan pilihan tersebut sistem akan menggunakan cache memory lain yang ada pada sistem untuk menampung sementara data yang akan diproses oleh prosesor.

· Quick Power On Self Test

Berfungsi memeriksa komponen-komponen komputer pada saat melakukan cold boot. Apabila memilih “disabled”, komputer akan melakukan proses lebih lama, seperti memeriksa memori hingga tiga kali. Pilihlah “enabled”, agar komputer melakukan proses lebih singkat dan cepat.

· Boot Sequence

Berfungsi menentukan urutan proses booting. Pilihlah “C Only”. agar komputer melakukan booting hanya dari harddisk. Jika urutan booting dimulai dari floppy disk drive, ubahlah menjadi “A<C<SCSI”.

· Swap Floppy Drive

Berfungsi menukar posisi drive A dan drive B. Jika memilih “enabled”, drive A akan menjadi drive B, demikian sebaliknya. Apabila komputer hanya memiliki drive A, pilihlah “disabled” sebagai pilihan yang lebih aman.

· Boot Up Floppy Seek

Berfungsi mengetahui jenis track yang digunakan oleh disk drive. Pilihlah “disabled” untuk mempercepat booting.

· Boot Up Numlock Status

Berfungsi mengaktifkan tombol numlock pada saat komputer boot. Pilihlah, “on” agar BIOS mengaktifkan fungsi numlock extended At-keyboard pada saat booting. Anda juga dapat memilih “off”.

· Boot Up System Speed

Berfungsi menentukan keadaan komputer pada saat boot up. Pilihlah “high”, agar komputer melakukan proses lebih cepat.

· Security Option

Berfungsi menentukan kapan password akan diaktifkan. Jika memilih “setup”, komputer akan meminta password pada saat BIOS-setup dijalankan. Dan jika memilih “System”, komputer akan meminta password pada setiap kali komputer melakukan booting. Konfigurasilah security option sesuai kebutuhan Anda.

· OS Selector for Dram > 64 MB

Berfungsi menentukan konfigurasi kapasitas memori yang digunakan. Jika menggunakan memori lebih dari 64 MB, pilihlah “OS2”. Jika menggunakan memori lebih kecil dari 64 MB, pilihlah “Non-OS2”.

4. Chipset Feature Setup

Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.

5. Power Management Setup

Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.

· HDD Power Down

Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.

· VGA Active Monitor

Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.

6. PNP/PCI Configuration

Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.

7. Integrated Pheriperals

Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.

8. Load Setup Defaults

Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.

9. Supervisor Password

Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.

10. User Password

Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.

11. IDE HDD Auto Detiction

Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.

12. HDD Low Level Format

Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.

13. Save & Exit Setup

Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.

14. Exit Without Saving

Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.

7 Tanggapan to “LAYOUT MOTHERBOARD dan SETUP BIOS”

  1. rahma Says:

    makacie ea aq jdd kbantu………….
    hehehe/////////////////

  2. susi Says:

    sangat cukup utk bhn kuliah

  3. jauh Says:

    trima ksih ya mas..

  4. Rachmat Hidayat Says:

    Drivernya uda di istalin belum??
    coba cek dulu drivernya

  5. phonk Says:

    thank u boss…gimana klau soundnya P4 ndak keluar ama sekali????????????
    mohon pencerahannya ……..thankssssssssss

  6. andreas Says:

    bagus, tapi yg sy cari itu cara baca layout motherboard ssecara lebih rinci lagi..tolong kirim ke e mail sy y okk

  7. z36er Says:

    makasi cuy tulisnnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: