Modul WEB I AMIK Al Ma’soem

Modul PHP

Lisensi Dokumen:

Dokumen ini dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari penulis.

Pra-syarat:

Sudah bisa atau mengenal HTML.

Sudah bisa atau mengenal database MySQL.

Sudah mengenal Aplikasi Editor seperti Notepad, Editplus, dan Frontpage.
Modul 1 PHP

Tujuan:

1. Praktikan bisa meyiapkan system yang dibutuhkan untuk kebutuhan PHP yaitu aplikasi web server.

2. Praktikan bisa meggunakan perintah sederhana dan menjalankannya pada browser.

Instalasi PHP Triad

Persiapan

Karena PHP adalah bahasa pemrograman yang bersifat server side, maka harus dibutuhkan aplikasi server untuk menjalankan PHP yaitu disebut dengan web server.

Salah satu web server yang banyak dipergunakan dan dikarenakan sangat mudah dalam proses instalasi, maka PhpTriad adalah pilihan yang tepat sekali, karena dalam PhpTriad, sudah dilengkapi dengan web server, php dan mysql database server.

Instalasi

Untuk menginstalasi phptriad, diperlukan sebuah file yaitu phptriadsetup2_11.exe, adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Klik tombol Start – Run, lalu Browse dan cari file phptriadsetup2_11.exe lalu klik tombol Ok.

2. Selajutnya, akan ditampilkan jendela PHP triad 2.11 Setup.

Klik Next, tunggu sampai proses instalasi selesai.

3. Hasilnya adalah sebuah folder baru pada drive C yaitu apache. Dan pada menu akan ditambahkan group aplikasi PHP Triad.

4. Untuk mengaktifkan Web Server Apache, klik tombol Start – Program – PHP Triad – Apache – Start, akan dibuka secara standby jendela Apache dalam keadaan running.

Buka browser Internet Explorer, lalu pada address bar, tulis http://localhost, jika apache sudah berjalan dengan benar, maka akan hasil di browser adalah sebagai berikut:

Membuat Alias

Kadangkala kita membuat sebuah folder pada huruf drive tertentu untuk menyimpan file program diluar dari default phptriat menyimpan dile program (c:\apache\htdocs), tujuannya adalah tak lain untuk keamanan.

Misalnya folder kerja disimpan pada drive d:\wwwroot, dan folder tersebut akan diberinama “wwwroot”, maka langkahnya adalah sbb:

1. Buat folder “wwwroot” pada drive D.

2. Dengan mengunakan aplikasi editor (notepad, editplus, word dll), buka file c:\apache\conf\httpd.conf.

2. Pada kelompok alias (<IfModule mod_alias.c>), tambahkan script berikut:

Alias /wwwroot/ “d:/wwwroot/”

<Directory “D:/wwwroot”>

Options Indexes MultiViews

AllowOverride None

Order allow,deny

Allow from all

</Directory>

3. Restart kembali apache, kemudian dari browser Internet Explorer pada address bar, tulis http://localhost/wwwroot/. Jika berhasil, maka tampilannya adalah sebagai berikut:

Apakah PHP bekerja ?

Aplikasi web server apache, bekerja sama dengan aplikasi php untuk menjalankan file yang berakhiran php, jika file yang memiliki format htm atau html, maka yang bekerja hanya aplikasi apache.

Untuk mencoba, apakah php sudah siap digunalan, maka langkahnya adalah sbb:

1. Dengan aplikasi editplus, tulis script berikut ini.

<?

phpinfo();

?>

2. Simpan dengan nama “test.php” pada folder d:\wwwroot.

3. Pindah ke aplikasi browser Internet Explorer, dalah keadaan http://localhost/wwwroot/, tekan tombol F5 untuk “refresh”, akibatnya, akan tampil sebuah file yaitu “test.php”.

4. Sorot dan klik file “test.php” tersebut, jika php sudah berjalan dengan baik, maka hasilnya adalah:

5. Tampak diatas adalah:

– versi php: 4.0.6

– system operasi: Windows NT 5.1 build 260

Dan seterusnya.

Instalasi IIS

IIS adalah kepandangan dari Internet Information Service, yaitu sebuah aplikasi web server produk dari Microsoft, dimana aplikasi ini sudah disiapkan pada system operasi mulai Windows NT, Windows 2000 dan Windows XP Pro.

Secara default, IIS hanya bisa menjalankan file yang memiliki format .html atau htm, dan .asp (active server pages), karena teknologi server side yang dikeluarkan oleh Microsoft adalah Active Server Pages.

Tetapi IIS juga bisa menjalankan file dengan format .php, yaitu aplikasi php yang khusus disisipkan untuk web server diluar apache seperti IIS, Xitamy atau lainnya, dan file sumbernya dalam keadaan terkompres dalam format zip. Yang jika dibuka memiliki daftar seperti berikut:

Instalasi IIS

Untuk menginstall IIS pada system, harus disiapkan CD instalasi Windows terlebih dahulu, kemudian langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Dari control panel, pilih Add/Remove Program.

2. Lalu pilih Add/Remove Windows Components.

3. Pada dialog Windows Component Wizard, beri tanda “cek” pada opsi Internet Informations Services (IIS), lalu klik tombol Next.

4. Tunggu beberapa saat, sampai proses instalasi IIS selesai, jika selesai proses tersebut, bisa langsung dicoba dengan menggunakan Internet Explorer dengan menuliskan http://localhost pada address bar.

Setting PHP pada IIS

Agar IIS dapat menjalankan program php, maka aplikasi php harus di install pada IIS, adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Buat folder PHP pada drive C.

2. Extract file php-4.3.1-Win32.zip ke folder C:\PHP. Catatan, 4.3.1 adalah versi php yang digunakan. Hasilnya yang dilihat dengan windows commander adalah sbb:

3. Kemudian buka aplikasi IIS, dari control panel-Administrative Tools-Internet Information Services.

Akan dibuka jendela Internet Information Services.

4. Pada panel kiri, muncul nama computer, klik tanda + sehingga ditampilkan semua hirarki Default Web Site, klik kanan “Default Web Site”, Pilih properties, akan dibuka jendela Default Web Site Properties. Aktifkan tab Home Directory.

5. Klik tombol “Configuration”.

6. Klik tombol “Add”.

Pada “Executable”, masukan folder beserta nama file php, isikan dengan “c:\php\php.exe”.

“Extention” diisi dengan “.php”, klik tombol OK.

7. Maka IIS siap dengan aplikasi php.

Memuat Alias

Seperti halnya web server apache, maka IIS juga bias menambahkan alias, bahkan lebih mudah setingnya dibandingkan denga apache.

Langkah:

1. Asumsi, pada drive D terdapat folder “wwwroot”.

2. Masuk ke aplikasi IIS dari Contol Panel-Administrative Tool, dibuka sampai muncul “Default Web Site”.

3. Klik kanan pada “Default Web Site”, pilih New-Virtual Directory. Klik Next pada dialog Virtual Directory Creation Wizard.

Tulis nama aliasnya, missal “wwwroot”.

Klik tombol Next.

4. Masukkan alamat folder yang akan dialiaskan, isikan “d:\wwwroot” atau klik tombol Browse untuk mencarinya.

Lalu klik tombol Next.

5. Beri tanda cek pada “Browse”, lalu Next.

Diakhiri dengan Finish.

6. Maka pada IIS akan muncul alias baru, seperti pada gambar berikut:

7. Pada browser Internet Explorer, tuliskan http://localhost/wwwroot, jika berhasil akan seperti berikut:

Klik file test.php, maka file tersebut akan di eksekusi.

Dasar-dasar PHP

Struktur PHP

Ada tiga cara penulisan struktur php yaitu:

<?

………… Perintah php ……………

?>

atau:

<?php

………… Perintah php ……………

?>

atau:

<script language=”php”>

………… Perintah php ……………

</script>

INGAT: penulisan program php, harus menggunakan aplikasi editor seperti Notepad, Editplus atau frontPage.

Perintah Keluaran

Perintah yang digunakan untuk menampilkan ada beberapa yaitu echo, print() dan printf().

Sintaks:

echo Konstanta | Variabel | Ekspresi;

print (Konstanta | Variabel | Ekspresi);

Contoh:

<?

//Perintah echo

Echo “Hallo PHP…hallo world”;

?>

Jika script diatas disimpan pada “d:\wwwroot” dengan nama “test1.php”, maka hasilnya adalah sbb:

Latihan:

1. Nama File: test2.php.

<?

//Perintah echo

//Nama File” test2.php

echo “Hallooo…<br>”;

echo “Saya sedang mencoba dengan script php.<br>”;

echo “Apakah anda tertarik juga ??”;

?>

2. Nama File: test3.php.

<html>

<head>

<title>Coba PHP {3}</title>

</head>

<body>

<?

echo “Ternyata, PHP juga dapat digabungkan dengan HTML”;

echo “<br>”;

echo “Ini adalah hasil dari php yang disisipkan di html”;

?>

</body>

</html>

3. Nama File: test4.php

<?

echo “Menghitung dengan ekspresi:<br>”;

echo “5 + 10 = “;

echo 5+10,”<br>”;

echo “10 – 5 = “,10 – 5;

?>

Arithmetic Operators

Example

Name

Result

$a + $b

Addition

Sum of $a and $b.

$a – $b

Subtraction

Difference of $a and $b.

$a * $b

Multiplication

Product of $a and $b.

$a / $b

Division

Quotient of $a and $b.

$a % $b

Modulus

Remainder of $a divided by $b.

Operator divisi (“/”) akan mengembalikan satu nilai bilangan bulat (hasil dari suatu divisi bilangan bulat) jika kedua operan adalah bilangan bulat maka hasil bagi itu adalah satu bilangan bulat. Dan jika operannya bilangan pecahan maka akan dihasilkan bilangan pecahan.

AssigmentOperators

Dasar dari sebuah operator adalah “=”. Tetapi operator tersebut jangan diartikan dengan “Equal to”, karena ada beberapa keistimewaan dari operator ini.

Contoh: $a = 3; maka 3 akan diberikan ke variable $a.

Tetapi jika: $a = ($b = 4) + 5; maka 5 akan diberikan ke variable $b, dan nilai $a adalah 9.

Sebagai tambahan, perlakuan terhadap operator penugasan ini yang mendasar adalah “operator yang dikombinasikan” untuk semua operator perhitungan terhadap operannya. Sebagai contoh:

$a = 3;

$a += 5; // nilai $a adalah 8, hasil dari $a = $a + 5;

$b = “Hello “;

$b .= “There!”; // nilai $b adalah “Hello There!”, hasil dari $b = $b . “There!”;

Comparison Operators

Example

Name

Result

$a == $b

Equal

True if $a is equal to $b.

$a === $b

Identical

True if $a is equal to $b, and they are of the same type. (PHP 4 only)

$a != $b

Not equal

True if $a is not equal to $b.

$a !== $b

Not identical

True if $a is not equal to $b, or they are not of the same type. (PHP 4 only)

$a < $b

Less than

True if $a is strictly less than $b.

$a > $b

Greater than

True if $a is strictly greater than $b.

$a <= $b

Less than or equal to

True if $a is less than or equal to $b.

$a >= $b

Greater than or equal to

True if $a is greater than or equal to $b.

Execute Operators

PHP juga mendukung sebuah operator yang dapat dieksekusi: backticks (“). Catat bahwa ini bukanlah tanda kutip tunggal. PHP akan melaksanakan isi-isi dari backticks sebagai suatu perintah shell (linux/unix).

$output = `ls -al`; // ls adalah menampilkan daftar file, identik dengan Dir

echo “<pre>$output</pre>”;

Increment dan Decrement Operators

Example

Name

Effect

++$a

Pre-increment

Increments $a by one, then returns $a.

$a++

Post-increment

Returns $a, then increments $a by one.

–$a

Pre-decrement

Decrements $a by one, then returns $a.

$a–

Post-decrement

Returns $a, then decrements $a by one.

Sebagai contoh:

<?php

echo “<h3>Postincrement</h3>”;

$a = 5;

echo “Should be 5: ” . $a++ . “<br>\n”;

echo “Should be 6: ” . $a . “<br>\n”;

echo “<h3>Preincrement</h3>”;

$a = 5;

echo “Should be 6: ” . ++$a . “<br>\n”;

echo “Should be 6: ” . $a . “<br>\n”;

echo “<h3>Postdecrement</h3>”;

$a = 5;

echo “Should be 5: ” . $a– . “<br>\n”;

echo “Should be 4: ” . $a . “<br>\n”;

echo “<h3>Predecrement</h3>”;

$a = 5;

echo “Should be 4: ” . –$a . “<br>\n”;

echo “Should be 4: ” . $a . “<br>\n”;

?>

Increment dan Decrement Operators

Example

Name

Result

$a and $b

And

True if both $a and $b are true.

$a or $b

Or

True if either $a or $b is true.

$a xor $b

Xor

True if either $a or $b is true, but not both.

! $a

Not

True if $a is not true.

$a && $b

And

True if both $a and $b are true.

$a || $b

Or

True if either $a or $b is true.

String Operators

Ada dua operator string. Pertama adalah operator penggabungan (‘.’), yang akan menghasilkan gabungan string, sebagai contoh:

$a = “Hello “;

$b = $a . “World!”; // now $b contains “Hello World!”

$a = “Hello “;

$a .= “World!”; // now $a contains “Hello World!”

Menggunakan Variabel

Pada intinya, penggunaan variable hampir sama pada setiap bahasa pemrograman. Dalam PHP penamaan variabel harus memenuhi beberapa aturan, yaitu:

1. Harus diawali dengan tanda $ dan tanda $ sendiri tidak termasuk nama dari variabel ini.

2. Setelah tanda $, harus diikuti dengan huruf dan tidak boleh memulai variabel dengan angka, atau tanda baca lainnya.

3. Nama variabel hanya terdiri dari huruf, angka dan tanda garis bawah atau under score (_). Contoh: $nama_1, $nilai_1.

4. Dan bukan merupakan kata kunci atau reserved word seperti echo, print, while dan lain-lain. Contoh: $print, $echo, $for.

5. dan yang paling penting adalah variabel pada PHP bersifat case sensitive, artinya huruf besar akan dibedakan dengan huruf kecil. Contoh: $Nama tidak sama dengan $nama.

Contoh penggunaan variabel dalam script PHP adalah sebagai berikut:

<?

//Penggunaan variable

$greeting=”Selamat Pagi”;

echo “Halloooo…”;

echo $greeting;

?>

Jika script diatas disimpan dengan nama var1.php, maka didapat hasilnya sbb:

Latihan

1. Nama File: lat11.php.

<?

//Nama File: lat11.php

$a=10; $b=5;

$c=$a+$b;

$d=$a-$b;

echo “Nilai A = “,$a,”<br>”;

echo “Nilai B = $b <br>”;

echo “$a + $b = $c<br>”;

echo “$a – $b = $d”;

?>

2. Nama File: Lat12.php

<?

//Nama File: lat12.php

$panjang=100; $lebar=30;

echo “** Hitung luas dan Keliling<br>”;

echo “Panjang = $panjang<br>”;

echo “Lebar = $lebar<br>”;

$luas=$panjang * $lebar;

$kell= 2 * $panjang + 2 * $lebar;

echo “Luas = $luas<br>”;

echo “Keliling = $kell”;

?>

3. Nama File: lat13.php (dari ilmukomputer.com).

<html>

<head>

<title>Test Penyisipan PHP Pada HTML</title>

</head>

<body>

Kapal Asing, Silakan identifikasikan diri Anda! <br>

<?php

// Berikut ini adalah inisiasi beberapa variabel

$namad = “Jean”;

$namat = “Luc”;

$namab = “Piccard”;

?>

<b>Ini adalah kapal Federasi Planet USS Enterprise.<br>

<?php

echo “Saya $namab, $namad $namat $namab, kapten kapal.</b>”;

?>

</body>

</html>

4. Nama File: lat14.php (dari ilmukomputer.com).

<?php

// inisiasi variable yang digunakan

// nama peralatan

$alat_geordi1 = “Phaser”;

$alat_geordi2 = “Tricorder”;

$alat_geordi3 = “Visor”;

$alat_geordi4 = “Analyzer Photonik”;

// harga per unit peralatan

$harga_alat_geordi1 = 7500;

$harga_alat_geordi2 = 12500;

$harga_alat_geordi3 = 16000;

$harga_alat_geordi4 = 2300;

// jumlah peralatan yang ada

$jumlah_alat_geordi1 = 2;

$jumlah_alat_geordi2 = 5;

$jumlah_alat_geordi3 = 1;

$jumlah_alat_geordi4 = 3;

// total harga per jenis peralatan

$total_alat_geordi1 = $jumlah_alat_geordi1 * $harga_alat_geordi1;

$total_alat_geordi2 = $jumlah_alat_geordi2 * $harga_alat_geordi2;

$total_alat_geordi3 = $jumlah_alat_geordi3 * $harga_alat_geordi3;

$total_alat_geordi4 = $jumlah_alat_geordi4 * $harga_alat_geordi4;

// hitung grand total nilai peralatan Geordi

$total_harga = $total_alat_geordi1 + $total_alat_geordi2

+ $total_alat_geordi3 + $total_alat_geordi4;

// besar diskon untuk Geordi

$diskon = 5;

// jumlah total diskon yang diberikan kepada Geordi

$nilai_diskon = ($diskon * $total_harga)/100;

// jumlah yang harus dibayar Geordi

$total_harga_dibayar = $total_harga – $nilai_diskon;

?>

<html>

<head>

<title>Geordi dan Daftar Peralatan Yang Dibeli</title>

</head>

<body>

<center>

<table border=”1″ cellspacing=”0″ cellpadding=”3″>

<tr>

<td colspan=”4″ align=”center” valign=”middle”>

<b>Daftar Pemesanan Peralatan Geordi La Forge – NCC1701D</b>

</td>

</tr>

<tr>

<td><b>Nama Peralatan</b></td>

<td><b>Jumlah</b></td>

<td><b>Harga Satuan</b></td>

<td><b>Jumlah Harga</b></td>

</tr>

<?php

// Mulai untuk mengisi tabel daftar dengan data yang ada

?>

<tr>

<td align=”left”><?php echo $alat_geordi1; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $jumlah_alat_geordi1; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $harga_alat_geordi1; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $total_alat_geordi1; ?></td>

</tr>

<tr>

<td align=”left”><?php echo $alat_geordi2; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $jumlah_alat_geordi2; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $harga_alat_geordi2; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $total_alat_geordi2; ?></td>

</tr>

<tr>

<td align=”left”><?php echo $alat_geordi3; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $jumlah_alat_geordi3; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $harga_alat_geordi3; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $total_alat_geordi3; ?></td>

</tr>

<tr>

<td align=”left”><?php echo $alat_geordi4; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $jumlah_alat_geordi4; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $harga_alat_geordi4; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $total_alat_geordi4; ?></td>

</tr>

<tr>

<td colspan=”3″ align=”right”>Total Harga</td>

<td align=”right”><?php echo $total_harga; ?></td>

</tr>

<tr>

<td colspan=”3″ align=”right”>

Diskon <?php echo “( $diskon % )”; ?></td>

<td align=”right”><?php echo $nilai_diskon; ?></td>

</tr>

<tr>

<td colspan=”3″ align=”right”>Jumlah harus dibayar</td>

<td align=”right”><?php echo $total_harga_dibayar; ?></td>

</tr>

</table>

</center>

</body>

</html>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: