Menelepon Menggunakan Jaringan VoIP

2.1 Voice over Internet Protocol (VoIP)

Pengertian VoIP adalah teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi suara secara elektronis dan real-time. VoIP mulai dikenal di Indonesia semenjak tahun 2000 dimana saat itu sedang marak-maraknya teknologi internet. Saat itu dikenal dengan fasilitas telepon gratis via internet dengan pengguna internet lainnya. Voice over Internet Protocol (VoIP) melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Jaringan IP adalah jaringan komunikasi data yang berbasis packet switch. Trafik VoIP dibagi menjadi dua bagian transmisi jaringan yaitu transmisi untuk signaling dan untuk RTP (Realtime Transfer Protocol). Protokol yang digunakan unuk signaling selalu berbasis TCP (Transfer Control Protocol) sedang untuk RTP yang digunakan adalah protocol berbasis UDP (User Datagram Prot))

Menelepon dengan menggunakan VoIP banyak keuntungannya, diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat ditekan karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat ditambah, dipindah, dan diubah dengan mudah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX. Untuk membuat sistem VoIP, ada beberapa variasi penyambungan. Ada koneksi dari komputer ke komputer dengan berbekal sound card dan head-set melalui jaringan LAN maupun internet merupakan solusi paling murah tetapi cukup merepotkan, karena kedua sisi harus memiliki komputer dan perangkat lunak (Softphone) yang sama. Ada juga melalui komunikasi suara dari komputer ke Jaringan VoIP dengan menggunakan jaringan internet.

2.1.2 Komponen VoIP

Untuk dapat melakukan komunikasi menggunakan VoIP dibutuhkan beberapa komponen pendukung. Beberapa komponen yang harus ada dalam VoIP, yaitu : 1. Protocol 2. VoIP Server 3. Soft Switch 4. SoftPhone (Software) 5. VoIP Gateway Protocol Perangkat VoIP yang terdiri dari kombinasi analog, SoftPhone, IP phone, codec dan SoftSwitch tentunya membutuhkan seperangkat aturan atau suatu sistem yang mengatur interkoneksinya agar dapat saling bekerjasama. Ada beberapa protokol yang dipakai untuk membangun sebuah jaringan VoIP. Protokol ini dipilih berdasarkan perangkat dan codec apa yang digunakan untuk menyambungkan ke jaringan VoIP. Protokol ini juga menyertakan beberapa codec audio yang dapat dipilih.

Protokol H.232 adalah salah satu pembuka jalan bagi teknologi VoIP. H.232 dibuat, dan distandarisasi oleh badan telekomunikasi dunia ITU (International Telecommunication Union). Protokol ini memiliki spesifikasi yang lengkap untuk digunakan di berbagai aplikasi, seperti konferensi video, bagi-pakai data dan audio (VoIP). Meskipun demikian, H.323 tidak dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan komunikasi VoIP. Sebagai altenatif dibuatlah protokol baru bernama SIP (Session Inittiation Protocol) yang dikembangkan secara khusus untuk aplikasi VoIP. Selain lebih ringkas, SIP memiliki kelebihan saat memproses komunikasi VoIP yang sedang berjalan. Protokol lain yang juga sempat populer adalah MGCP (Media Gateway Control Protocol). Protokol ini lebih sering digunakan untuk mengontrol titik komunikasi di VoIP. MGCP memiliki feature tambahan yang unik, yakni Call Waiting.

VoIP Server VoIP Server adalah bagian utama dalam jaringan VoIP. Perangkat ini memang tidak wajib ada di jaringan VoIP, tetapi sangat dibutuhkan untuk dapat menghubungkan banyak titik komunikasi server. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur dan aturan antar terminal. Selain itu VoIP server juga bisa menyediakan layanan-layanan yang biasa ada di perangkat PBX (Private Branch Exchange), voice mail, Interactive Voice Response (IVR), dan lain-lain. Beberapa jenis SoftSwitch juga menyediakan fasilitas tambahan untuk dapat berkomunikasi dengan SoftSwitch lain di internet. Ada beberapa SoftSwitch yang dapat anda pilih untuk membangun jaringan VoIP sendiri, semuanya memiliki lisensi gratis. Contoh dari VoIP server ini adalah Asterisk.

Packet Switch Telepon analog yang biasa digunakan di rumah menggunakan teknologi Circuit Switching. teknologi ini masih digunakan sebagai standar baku jaringan telepon di beberapa negara termasuk indonesia meskipun jauh dari efisien. Konsep dasar penggunaan Circuit Switching yaitu sebuah jalur komunikasi akan dibuka dan dipesan selama terjadi komunikasi. Jalur komunikasi yang ada akhirnya menjadi eklusif dimiliki oleh dua titik yang menggunakannya. Contoh, anda tinggal di Jakarta dan hendak menelepon kerabat yang berada di Surabaya. Selama proses komunikasi antara anda dan kerabat terjadi, jalur telepon dari jakarta ke surabaya adalah eklusif milik anda dan lawan bicara. Alhasil biaya pun memebengkak karena anda harus membayar jalur telepon tadi. Konsep berbeda ditawarkan VoIP. Seluruh data yang lalu-lalang di Internet menggunakan konsep Packet Switching. artinya jalur yang anda gunakan untuk berselancar.

Coder-decoder (Codec) Agar apat melewati jalur Packet Switch dengan baik, VoIP memebutuhkan proses coder dan decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data digital yang dipadatkan (kompresi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Di titik lain, data dikembangkan lagi (dekompresi), dan diubah menjadi sinyal analog. Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling) audio dalam jumlah tertentu perdetiknya. Sebagai contoh, codec G.711 melakukan sampling audio sebanyak 64.000 kali per detiknya. Jika data hasil kompresi berhasil diterima di titik lain, proses selanjutnya adalah melakukan perakitan ulang. Data yang dirakit tidak selengkap data saat pertama kali dikirim, ada beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia. Codec juga bekerja menggunakan alogaritma tertentu untuk membantunya memecah,

SoftPhone Selain berupa telepon utuh (hardware), perangkat telepon juga bisa berbentuk software. Di dunia VoIP, perangkat ini disebut SoftPhone. Softphone memiliki jenis yang beragam baik dari kemampuan dan lisensi. Saat ini banyak Softphone yang disebarkan dengan lisensi gratis. Bahkan ada yang menyediakan lisensi software gratis sekalligus layanan jaringan VoIP-nya. SkyPe salah satu penyedia Softphone Cuma-Cuma, sekaligus layanan PC-to-PC call yang prima. SoftPhone Skype ini hanya bisa bekerja di jaringan milik Skype. Jika ingin membuat jaringan sendiri harus menggunakan Softphone jenis lain. Softphone lain diantaranya adalah X-Lite, IAX-Lite, MyPhone. X-Lite merupakan softphone untuk VoIP yang berjalan melalui protokol SIP. Selain suara, X-Lite juga bisa digunakana untuk saling berkirim text dan video. IAX-Lite merupakan softphone yang berjalan melalui protokol IAX. IAX merupakan protokol signaling yang.

2.2 Asterisk IP PBX

Pengertian Asterisk merupakan salah satu software VoIP server. Asterisk adalah sebuah simbol yang merepresentasikan sebuah wildcard dibanyak bahasa komputer. Ini merupakan simbol yang menyatakan bahwa Asterisk dikembangkan untuk memenuhi semua tuntutan aplikasi telephony. Asterisk dikembangkan dalam lingkungan Open Source. Asterisk hadir dengan membawa tawaran feature VoIP yang lebih menarik. Asterisk dapat dioperasikan sebagai SIP Server, IAX Server. Sama seperti Open H.323 Gatekeeper, Asterisk memiiki dukungan yang luas terhadap sistem operasi Linux, BSD, MacOSX dan Windows, namun kebanyakan digunakan dalam Linux karena lebih stabil dan lebih mudah operasinya. Asterisk dapat menyediakan layanan Voicemail berikut direktorinya. Feature lain yang ada adalah Call Conference, Interactive Voice Response (IVR), dan Call Queuing.

Call Detail Record Asterisk menyediakan dukungan penuh CDR (Call Detail Record). Kita dapat menyimpan semua informasi panggilan ke dalam sebuah file, atau untuk lebih memudahkan pengelolaan kita dapat menyimpan informasi tersebut ke dalam sebuah database. Dengan informasi ini kita dapat melakukan pemantauan system Asterisk dengan proses yang sedang berlangsung untuk melakukan management Asterisk. Dengan adanya informasi tersebut kita dapat gunakan untuk menentukan billing panggilan, melihat trafik user, melihat panggilan mana yang sering aktif, dll. Call Recording Asterisk dapat merekam suara yang lewat ke PBX. Dengan adanya feature ini kita dapat menganalisa kualitas suara yang dihasilkan, menentukan kelayakan sistem, dan melihat apakah sistem perlu diperbaiki dengan codec yang lain atau ditingkatkan kualitas jaringan untuk melihat bandwidth yang terpakai.

Asterisk adalah sebuah IVR System Interactive Voice Response (IVR) memberikan kemudahan kepada user. Pelayanan yang berbasis IVR memungkinkan komunikasi yang interactive antara Asterisk system dan user. Contohnya dari IVR adalah ”silahkan tekan satu untuk… tekan dua untuk…”. Asterisk mendukung terlaksananya fasilitas ini. Asterisk adalah Voice Mail system Layanan voice mail layaknya PBX yang umum juga didukung oleh Asterisk. Asterisk menyediakan context khusus untuk mendukung aplikasi ini. Asterisk juga menyediakan layanan pemberitahuan bahwa ada voice mail yang masuk dengan mengirimkan ke email user. Asterisk menawarkan kemudahan di dalam perkembangannya. Asterisk adalah VoIP System Asterisk menawarkan fitur yang lengkap untuk mendukung VoIP. Asterisk mendukung 3 protokol yang dapat berinterkoneksi. Secara default Asterisk sudah mendukung protokol.

Merupakan rekomendasi ITU-T. Protokol ini ditujukan untuk melakukan conferencing melalu jaringan IP, yang melibatkan voice, video, dan, data secara sekaligus. Rekomendasi ini keluar hampir sama dengan SIP namun sudah diimplementasikan luas di kebanyakan telepon handset. H.323 punya kelebihan yaitu compatible dengan kebanyakan device. Namun H.323 masih banyak masalah ketika diimplementasikan ke WAN. Kualitas menjadi sangat rendah dan menurunkan QOS. Selain itu komponen H3.23 membutuhkan banyak komponen untuk bekerja seperti; gatekeeper, MCU. Asterisk mendukung H.323 dengan menambahkan modul chan_h323. Namun dalam aplikasi sebenarnya, H.323 lebih tidak dipilih oleh developer karena tidak stabil dan kebutuhan yang makin banyak sehingga menambah cost untuk pengeluaran.

SIP (Session Initiation Protocol) SIP memiliki beberapa keuntungan dibandingkan H.323. Salah satunya adalah kodenya yang lebih kecil dibandingkan H.323. Dengan adanya kode yang kecil ini SIP hanya mendukung aplikasi standar saja. Aplikasi yang lebih canggih dapat didukung dengan aplikasi internet yang lain. SIP adalah protocol yang sangat baik untuk simple phone call dan media gateway. – IAX (Inter Asterisk Protocol) IAX menawarkan feature yang tidak didukung oleh H.323 maupun SIP. IAX dapat menembus NAT (Network Address Translation) atau firewall dengan mudah tanpa memerlukan device tambahan seperti Proxy Server untuk SIP atau SUN server juga untuk SIP, Gatekeeper untuk H.323. IAX mendukung trunking calls. Dimana banyak panggilan dapat dilewatkan ke satu aliran untuk menghemat bandwidth. Namun karena masih baru,

Satu Tanggapan to “Menelepon Menggunakan Jaringan VoIP”

  1. supra Says:

    beri cara yang jelas donk mas biar bisa aku gunakan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: