Puisi

Beginikah Rasanya mulai jauh dari orang-orang tercinta

~ ~ ~

Beginikah rasanya?…
Saat tiba masanya, seakan nafas terjauh dari udara
Sesak…
Mulai lamat-lamat terlihat orang-orang tercinta
Genggaman yang dulunya erat mulai berlepas
Didada terasa sakit, ingin teriak!!!…..
Ya Allahh…..

Ya Allah, Engkau tahu [1]
Betapa hamba takut kehilangan, takut…
Namun hamba tahu mereka hanya milik-Mu..
Akan jua Engkau ambil segera…. [2]

~~~
Yaa Allah teguhkan iman hamba
Puas-puaskan hamba hanya meratap kepada-Mu [3]
Kembali utuh kepada-Mu
Membasuh gelisah lemahnya hamba
Mengubur dosa-dosa pilu
Yaa Allah…, menangis hamba…

Biarlah tumpah-habis bebanan dijiwa
Yaa Allah ini jiwaku, kupahat bulat kupersembahkan pada-Mu
Kuatkan jiwa lemah ini yaa Allah…
Tetapkan hati dalam keimanan [4]

Jadikan obor dan meteor dari tiap tetes darah hamba…
Jadikan nafas ini bukan lagi milik hamba ini yang sempit… [5]

Yaa Allahh….
Biarlah habis sudah terbasuh
Teringin lagi datang kecemerlangan

Menjadi perantara kebaikan siapapun [6]
Menjual jiwa ini dimasa kini dan esok [7]

Yaa Allahhh….
Dalam perjuangan semakin erat menjemput, ujian semakin akrab
Kadang begitu kuat membelenggu
Namun hamba yakin kesudahan dari-Mu tak tergantikan [8]
Senyum manis kelak begitu nikmat [9]

“Menghidupkan kembali jiwa-jiwa mereka adalah hidup hamba
Membakar diri dalam kobaran semangat adalah jantung hamba”

وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظَّالِمِينَ
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim(QS. Yunus : 106)

Bismillah…
Ready, Go to next level > [10]

(Semoga menjadi buah manfaat dan ibrah)


[1] يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا

mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap(Assajadah:16)

[2] “Apabila Allah telah menetapkan suatu takdir, maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai takdir-Nya (Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125)

[3] “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku
Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do’a
(Al-Aqdud-Farid, 2/282)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya,(Al-Maidah: 35)

[5] انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah…” (QS.At taubah:41)

[6] وا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“…Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung (Al Hasyr: 9)

[7] نَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَ

Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya….”. (Al-Baqarah : 177)

[8] قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ

“…Katakanlah: “Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan,…” (at-Taghaabun:7)

[9] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu’ (Q.S. Muhammad : 7)

[10] “Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya
Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya  juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan diatas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya
(Isnadnya shahih, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/17

Ditulis dalam Religi. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: